Parasyte Part 1 (2014)

B7rfwaICQAA5Sex

Bumi tiba-tiba kedatangan mahluk asing yang berusaha menguasai manusia. Sebutlah mereka parasit karena mereka hidup seperti itu dengan menginvasi otak manusia. Untuk masuk ke tubuh manusia parasit itu mengincar lubang telinga dan lubang hidung manusia. Namun di belahan bumi yang lain seorang pemuda bernama Shinichi Izumi (Shota Sometani) tengah asik mendengarkan musik melalui earphone-nya. Tanpa ia sadari bahwa ada seekor parasit mengincarnya. Parasit itupun gagal masuk ke telinganya. Ia beralih ke lubang hidung tapi malah membuat Shinichi tersadar. Akhirnya ia masuk ke tangan kanan dan gagal menguasai otak Shinichi. Alih-alih menguasai otak dan seluruh tubuh, parasit itu harus hidup berdampingan bersama inangnya. Continue reading

[K-Drama] School 2013 (2012)

What’s up yo! 🙂

Ampun deh lama banget ngga update blog ini. Maaf ya temans karena memang banyak yang harus dikerjain dan ada kesibukan ngajar, jadi blog-nya ngga keurus. Kali ini saya mau me-review drama yang sebetulnya sudah berbulan-bulan ditonton tapi belum sempat diposting.

880c7b8d7d63f22a3712474a953dfb5f_waaPvf8rIhqguLgMBHn6NxSaya bakal ngomongin drama Korea yang sempat booming di negara asalnya. Judulnya udah cukup jelas ya (nah, y’all can see this post title) dan judul asli dari K-Drama ini adalah Hakgyo 2013. Mulai tayang dari Desember 2012 sampai Januari 2013. Seperti biasa ini adalah salah satu rekomendasi teman dan katanya rame pisan.

Awal semua cerita berasal dari sebuah kelas anak-anak nakal di Seungri High School. Kelasnya Go Nam-soon (Lee Jong-suk) salah satu murid yang cuek banget bahkan hampir terkategori ansos. Saking ngga pedulinya (termasuk sama dirinya sendiri) sampai membuat dia jadi objek bully-an dan korban palak teman-temannya yang nakal. Parahnya diperlakukan seperti itu tidak membuat dia melawan, Nam-soon pasrah aja dan cenderung bersikap whatever you want lah! Continue reading

I Am a King (2012)

I_Am_A_King-p3Pernah ngga sih tiba-tiba diberi jabatan tinggi dan merasa ngga mampu untuk menerimanya. Hal yang sama juga dialami oleh Chung-nyeong (Joo Ji-hoon), putra ketiga dari Raja Taejong (Park Yeong-gyu) dinasti Joseon (Sejong The Great). Sebetulnya dari tiga anak raja; Yang-nyeong, Hyoryeong, dan Chung-nyeong yang menjadi putra mahkota adalah Yang-nyeong. Namun gelar putra mahkotanya dicabut karena Yang-nyeong sering main perempuan dan mabuk-mabukan jadi ngga mungkin banget kan orang yang kaya gini naik tahta jadi raja. Singkat cerita ditunjuklah Chung-nyeong menjadi putra mahkota karena ngga mungkin nunjuk kakak keduanya. Hyoryeong sudah memutuskan dirinya untuk menjadi seorang biksu.

Penunjukan yang tiba-tiba itu membuat Chung-nyeong shock. Dia pun menolak habis-habisan gelar tersebut dan tidak ingin dinobatkan sebagai raja. fullsizephoto230441Chung-nyeong yang penyendiri ini lebih senang hidup sebagai seorang kutu buku ketimbang harus melaksanakan tugas-tugas kerajaan. Namun karena ini titah raja mana mungkin dia menolak. Di sisi lain mantan putra mahkota, Yang-nyeong terus menekannya untuk menyerahkan kembali gelar putra mahkota kepadanya.

Keadaannya terjepit dengan statusnya sebagai putra mahkota. Belum lagi ia merasa tidak memiliki kapabilitas sebagai calon raja. Chung-nyeong tidak mengerti urusan politik, tidak mahir beladiri, dan bukan tipikal orang yang suka bersosialisasi. Akhirnya dia memutuskan untuk melarikan diri dari istana.

photo251450 fullsizephoto248979Dalam pelariannya ia bertemu dengan Deok-chil (Joo Ji-hoon) seorang budak yang sedang mabuk dan berwajah sama dengannya. Saat itu Deok-chil sengaja mendatangi kerajaan untuk membebaskan majikan atau lebih tepatnya wanita yang disukainya, Soo-yeon (Lee Ha-nui) yang ditahan atas tuduhan pengkhianatan. Pertemuan itulah yang mengubah segalanya. Chung-nyeong bertukar pakaian dengan budak tersebut tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. Akhirnya mereka pun bertukar posisi. Bagaimana kelanjutannya? Silahkan donlot filmnya di web yang menyediakannya dengan gratis, hohoho 😎

I Am a King atau dalam bahasa aslinya berjudul Naneun Wangirosoida ini terinpirasi dari cerita The Prince and The Pauper. Namun dengan latar sejarah dinasti Joseon. Walaupun genre dari filmnya komedi tapi saya sebagai penonton merasa pesannya tersampaikan dengan baik. Ceritanya dikemas secara apik dan tidak terkesan menggurui.

iamking_10 IAmKing11Hal yang menarik memang pas bagian posisi antara Chung-nyeong dan Deok-chil tertukar. Kehidupan mereka yang berbeda membuat mereka banyak belajar. Deok-chil yang biasa hidup miskin dan diperlakukan kasar karena statusnya sebagai budak tiba-tiba harus menjalani hidupnya sebagai putra mahkota. Dia mendapat pelajaran dan pelatihan ala kerajaan Joseon. Dan hal paling penting yang tidak mungkin dilakukan seorang budak,  belajar baca-tulis.

Chung-nyeong yang terbiasa hidup di istana harus menanggalkan semua kemewahannya dan menjalani kehidupan barunya sebagai budak. Berkali-kali dia menegaskan bahwa dirinya adalah seorang putra mahkota, hal itupun sia-sia karena tidak seorang pun percaya dengan ucapannya. Dia pun menyerah dan mulai menjalani kehidupannya sebagai budak. Dari sini mata dan pikirannya terbuka, melihat kenyataan rakyat yang menjadi korban politik dari pejabat-pejabat licik kerajaan. Ia pun mengetahui bagaimana sudut pandang rakyat terhadap dirinya. Hal-hal tersebut membuatnya belajar untuk melayakkan dirinya sebagai calon raja sebelum hari penobatan dan mempersiapkan diri untuk tanggung jawab besarnya sebagai seorang raja kelak.

Bukan film kolosal kalo ngga ada konflik kekuasaan. Di film ini juga ditampilkan karakter mentri bermuka dua yang mencoba merebut kekuasaan demi kepentingan pribadinya. Dia yang mengetahui Deok-chil adalah putra mahkota palsu, memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadikannya sebagai alat. Cuma pada akhirnya malah jadi senjata makan tuan.

fullsizephoto248981Ending-nya lumayan keren soalnya Chung-nyeong mmm… gitu deh 😉 << absurd banget sih. Walaupun banyak haha-hihi sepanjang scene tapi tetap berbobot. Film ini juga dibintangi oleh Baek Yoon-sik, Byun Hee-bong, Kim Soo-ro, dan ternyata ada Kim So-hyun juga yang sering langganan main film kolosal (untung perannya ngga jahat, kalo iya errgghh makin pengen garuk mukanya).

Catatan, btw semakin ke sini reviewnya jadi banyak K-Movie ya 😳 . Itu bukan disengaja tapinya loh! Oia, karena keseringan nonton film kolosal yang memperlihatkan kehidupan Royal Family of Joseon, saya jadi agak geuleuh sama kehidupan raja terutama. Bayangin ya mereka itu hidupnya dimanja banget, dari bangun tidur sampe tidur lagi. Saya juga baru tau kalo ada dayang khusus yang ngurusin poop, euuwwh 😮 . Bepergian aja harus diangkat-angkat pake tandu dan banyak lagi hal sepele lainnya yang sebetulnya bisa dikerjain sendiri tapi malah harus dikerjain orang.

Short Review #1

Tahun 2014 belum nyampah di blog 😛 . Alasannya sih karena males mendaratkan jari-jari di atas keyboard laptop. Tapi, saya paksain deh nulis dan dapatlah lima tontonan yang agak recommended. Disimak ya temans! 😀

1. [K-Drama] Puberty Medley (2013)

maxresdefaultHmmm… tadinya ngga akan nulis review yang ini tapi karena berkesan jadi tulis aja deh, hehehe 😀 . Ceritanya sederhana tentang anak SMA. Tapi yang menarik dari cerita di drama 4 episode ini berbeda dengan K-Drama biasanya. Puberty Medley ngomongin tentang kehidupan anak sekolah dengan latar belakang murid yang hidupnya biasa saja, ngga kaya-kaya banget dan ngga miskin-miskin banget juga. Intinya sih lebih realistis dari K-Drama yang biasanya rada-rada mirip sama sinetron Indonesia. Ngga macam orang miskin jatuh cinta sama orang kaya pemilik perusahaan dan lalalala.Hal-hal yang terlalu fiksi untuk kehidupan nyata.

Ceritanya berawal dari kepindahan Choi Jung-woo (Kwak Dong-yun) ke sebuah SMA di sebuah desa yang jauh dari kota. Untuk Jung-woo sendiri hidup berpindah-pindah itu biasa karena sejak dia SD hal itu sudah sering terjadi. Penyebabnya adalah sering dipindahtugaskannya ayah Jung-woo oleh kantor tempat ia bekerja. Maka jarang sekali Jung-woo memiliki teman yang dekat dengannya 🙄 .

Selama ada di sekolah dan kelas barunya Jung-woo berniat untuk tidak menonjolkan dirinya di kelas dan berniat menjadi invisible man. Tetapi teman sekaligus ketua kelasnya, Yang Ah-young (Lee Se-young) berniat untuk membuat Jung-woo lebih supel terhadap teman-teman yang lain. Apakah rencana tersebut berhasil? Mampukah Jung-woo akhirnya beradaptasi dengan teman-temannya? Yooo… mari liat sendiri, kakak :mrgreen: .

Continue reading

Miracle in Cell No. 7 (2013)

miracle-in-cell-no-7Salah satu film yang direkomendasikan junior yang katanya seru banget padahal biasa wae 😐 . Miracle in Cell No. 7 atau kalau diterjemahin jadi Keajaiban di Sel No. 7 bercerita tentang ketidakadilan hukum terhadap orang yang tidak bersalah. small_miracleincellno7-02Hal yang berkesan dalam film ini adalah cinta seorang ayah terhadap anak perempuannya. Ini adalah sungguh dan sungguh adalah ini 😥 .

Ye-seung (Kal So-won) adalah seorang anak perempuan yang memiliki ayah dengan keterbelakangan mental, Yong-goo (Ryoo Seung-Ryong). Ye-seung suka banget dengan Sailormoon dan menginginkan sebuah tas punggung berwarna kuning dengan gambar tokoh fiksi favoritnya itu. Tas tersebut merupakan tas terakhir yang terpajang di etalase toko yang sering Ye-seung dan ayahnya lewati. Yong-goo juga sudah menjanjikan untuk membelikan tas terakhir tersebut pada anaknya. Sayangnya tas itu dibeli oleh orang lain.

Dengan keluguannya Yong-goo memasuki toko tersebut dan memohon pada pembeli dan anak perempuan si pembeli itu agar membatalkan transaksinya karena tas tersebut milik anaknya Ye-seung. Kenyataan justru berbicara sebaliknya, alih-alih dia mendapatkan simpati dari pembeli itu. Yong-goo malah mendapatkan perlakuan kasar dari si pembeli tas.

urlWalaupun Yong-goo kehilangan kesempatan untuk membeli tas tersebut, ia tetap ingin memenuhi janjinya pada Ye-seung. Suatu hari anak dari pembeli tas Sailormoon itu datang kepada Yong-goo. fullsizephoto272854Ia datang untuk menunjukan bahwa ada toko lain yang menjual tas serupa. Dengan perasaan gembira Yong-goo mengikuti gadis kecil yang seumuran dengan anaknya itu. Anak tersebut berjalan di depan memimpin langkah Yong-goo. Yong-goo tertinggal beberapa langkah di belakang tiba-tiba ketika dia menyusul, anak tersebut sudah tergeletak  dengan kepala dibanjiri darah yang masih segar.

Situasi tersebut membuat Yong-goo panik dan kebingungan. Keadaan yang sepi membuatnya kesulitan untuk meminta tolong pada orang lain. Dia pun melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) pada anak tersebut, sialnya pada saat itu muncul seorang wanita yang salah paham dengan pemandangan yang ia saksikan. Yong-goo pun dilaporkan ke polisi dengan tuduhan menculik, memperkosa, dan membunuh anak di bawah umur.

Miracle_in_Cell_No.7-019 dieu_ki_dieu_trong_phong_giam_so_7_miracle_in_cell_no_7_44Atas tuduhan tersebut Yong-goo dimasukan ke dalam sel yang dihuni oleh lima orang narapidana lainnya. Karena tuduhan kasusnya Yong-goo menjadi bulan-bulanan teman satu selnya. Suatu hari Yong-goo menyelamatkan ketua geng satu selnya, So Yang-ho (Oh Dal-su) dari penusukan yang dilakukan oleh narapida lain. Untuk membalas budi, So Yang-ho memberikan tawaran bantuan untuknya. Permintaan Yong-goo hanya satu, ingin bertemu dengan Ye-seung. Akhirnya kelima teman selnya mencoba untuk mengabulkan permintaan Yong-goo tersebut dan menciptakan keajaiban lain untuk dia beserta putrinya.

Ketua geng tersebut dan narapidana lainya mecoba memecahkan kasus yang menimpa Yong-goo. Dan setelah ditelusuri Yong-goo merupakan korban praduga tak bersalah atas kematian anak kecil tersebut. Sayangnya kasus kematian ini akan memberatkan Yong-goo pasalnya anak perempuan korban kematian itu merupakan putri dari komisaris polisi. Sebelumnya pun Yong-goo pernah terlibat pertengkaran dengan komisaris polisi itu gara-gara pembelian tas Sailormoon di sebuah toko. Jadi, kasus ini juga bisa dikategorikan sebagai ajang balas dendam. Mampukah teman-teman satu selnya menciptakan keajaiban untuk Yong-goo dan membebaskannya dari jeratan hukum? Nonton we olangan, hehehe 😛 .

tumblr_mmqhutePO61qb0thco2_r1_1280 miracle-in-cell-no-11Sebelumnya saya bilang film ini biasa aja kan?! Ok, karena menurut saya film ini dari segi konflik perasaannya memang ‘dapet’ banget tapi dari segi konflik cerita terutama saat bagian persidangan kurang. Banyak kesaksian dan bukti yang dipalsukan dalam kasus Yong-goo. Selain itu keterbelakangan mentalnya tidak menjadi pertimbangan untuk kasusnya, hasil penyidikan kematian anak tersebut tidak banyak dibicarakan di sidangnya yang pertama, dan Yong-goo mendapatkan seorang pengacara publik yang tidak kompeten. Itulah sebabnya saya bilang film ini biasa saja walaupun banyak orang yang menilai film ini bagus. Memang bagus sih tapi berhubung saya sudah pernah nonton I Hear Your Voice dan setidaknya mendapat sedikit pengetahuan mengenai dunia hukum jadi pandangan saya agak bertolak belakang dengan kebanyakan orang.

Park-Shin-Hye57Praktik hukum dalam film ini memang banyak yang menyimpang karena beberapa oknum yang terlibat justru sengaja menjerumuskan Yong-goo yang tidak bersalah menjadi bersalah di mata hukum. Hukum benar-benar bisa diputarbalikan oleh orang-orang tertentu. Ia bagaikan dua mata pisau yang tajam ke bawah (untuk orang-orang kecil) dan tumpul ke atas (mereka yang memiliki kepentingan). Hal inipun terjadi di Indonesia pada kasus para pejabat yang korup. Mereka yang sengaja mencuri uang rakyat mendapatkan hukum yang tidak sebanding dengan seorang nenek yang terpaksa mencuri kakao karena tidak punya uang untuk makan. Lantas ini salah siapa coba?

Ya, kalau menurut saya sih selama hukum saat ini masih menggunakan buatan manusia pasti itu bisa dibeli dengan kepentingan individu atau kelompok. Makanya pake yang pasti-pasti aja hukum buatan Allah yang sekarang masih belum dilirik atau memang sengaja untuk tidak dilirik.

Btw, itulah bukti cacatnya hukum yang ada dan kasusnya tidak cuma terjadi di film tapi di dunia nyata pun begitu. Untuk film ini saya kasih rating 3,5 dengan catatan di atas dan menurut saya lagi nih, akting Park Shin-hye sebagai Ye-seung dewasa masih terlihat agak kaku.

Rating: 1 2 3 3,5 4 5

I Hear Your Voice (2013)

I Hear Your Voice cover Awalnya saya ngga akan review drama ini karena males reviewnya, hahaha 😀 Tapi berhubung sedang bingung dan muak gara-gara kebanyakan baca teori Marxis akhirnya mengalihkannnya dengan nulis aja. Ya, walaupun sebenarnya masih banyak yang harus dikerjain macam buat essay, baca jurnal,  baca bacaan lain penunjang pemikiran, de el el. Cuma kasian aja kakak kalo otaknya ngga dikasih istirahat atau refreshing 🙄 .  Biasanya berhenti berpikir sejenak *ciee, yang banyak pikiran* mampu meringankan beban otak  dan biasanya nge-doodle atau utak-atik coreldraw or photoshop cuma saya lagi ogah 😛 . Mikirin buat gambar atau desain juga jadi beban banget, ini semua karena akhir-akhir ini saya semakin sering dibombardir pertanyaan mengenai kelulusan, akkhh… Ditambah kepikiran kata-kata pemilik perpus itu, penjaga toko buku itu, dan dosen itu kalau saya agak leftist, errrgh! 👿

Akhirnya daripada stress sendiri saya mendingan review drama aja *sambil nginget jalan cerita dramanya* :mrgreen: . Dan dipilihlah I Hear Your Voice. voice01-00271Why oh why? Ini semua berawal gara-gara  saya nonton Running Man episode School 2013 tanpa disengaja. Lalu ngeliat ada si Lee Jong-suk dan Kim Woo-bin, sukanya sih sama si Woo-bin tapi begitu dapet drama School 2013 pemainnya kurang sreg makanya cari drama lain yang agak ramean. Trus ada Jong Suk deh di I Hear Your Voice walaupun agak ragu nontonnya tapi karena rayuan beberapa orang yang bilang ceritanya rame akhirnya dilirik juga. Btw, curcolnya kepanjangan ya?! Udah dua paragraf aja 😕 .

Okeh, jadi ceritanya berawal dari dua anak remaja Jang Hye-sung (Kim So-hyun) dan Seo Do-yeon (Jung Min-ah). 20130605_1370440059_49626000_1Seo Do-yeon adalah anak yang hidupnya serba sempurna nan enak; cantik, kaya, pintar, banyak teman dan anak seorang hakim. Bertolak belakang dengan kehidupan Seo Do-yeon, Jang Hye-sung dan ibunya Eo Choon-shim (Kim Hae-sook) hidup dalam kesusahan. Apalagi ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk keluarga Seo Do-yeon. Ngga cuma itu teman-teman. Si Jang Hye-sung benci banget atau iri deh sama Seo Do-yeon karena hidupnya yang nyaris perfect itu. Selain itu Hye-sung sempat nge-gape belangnya Do-yeon di sekolah hingga akhirnya dia memandang rendah anak itu.

Suatu hari terjadi insiden ketika perayaan tahun baru di rumah Seo Do-yeon. Insiden ini membuat mata Do-yeon terluka dan pada kesempatan ini ia mencari korban untuk disalahkan. Orang tersebut adalah Jang Hye-sung. Terjadilah cek-cok antara keluarga Do-yeon dan Ny. Eo Choon-shim. Demi harga diri dan kepercayaan yang besar terhadap anaknya akhirnya Eo Choon-shim berhenti bekerja untuk keluarga Do-yeon dan pergi dari rumah keluarga itu.

i hear your voiceRasa kesal dan dendam terhadap sikap Do-yeon masih menyelimuti diri Jang Hye-sung. Direncanakanlah hari pembalasan dendam terhadap Do-yeon. Hye-sung mencegat Do-yeon ketika pulang sekolah di suatu tempat, ia meminta agar Do-yeon menarik kembali kata-katanya yang telah menjadikan dia sebagai orang yang bersalah. Tapi, sebelum mereka menyelesaikan urusan mereka berdua. Terjadilah sebuah pembunuhan yang membuat mereka menjadi saksi atas kejadian itu. Korban hidup dalam kejadian itu adalah Park Soo-ha (Goo Seung-hyun).

sbs-i-hear-your-voice-min-joon-gookKasus pembunuhan inipun sampai ke meja hijau. Detik menuju keputusan hakim dibutuhkan saksi kuat untuk memberatkan terdakwa sebagai orang yang bersalah. Munculah Hye-sung sebagai saksi yang membuat terdakwa akhirnya dihukum penjara. Namun persoalannya belum selesai sampai di situ. Pembunuh yang bernama Min Joon-gook (Jung Woong-in) itu berjanji akan membunuh orang yang menjebloskannya ke penjara tatkala bebas nanti. Hal itu berarti bahaya yang akan mengancam nyawa Hye-sung.

Setelah 11 tahun berlalu Seo Do-yeon (Lee Da-hee) bekerja sebagai jaksa di daerah Yeon Jo. Begitupun Jang Hye-sung (Lee Bo-young) bersama partnernya Cha Gwan-woo (Yoo Sang-hyun) bekerja sebagai public lawyer di tempat yang sama dengan Do-yeon tanpa sepengetahuannya. tumblr_momdvjwqEE1suigebo2_1280 hagdia gsSelain itu Park Soo-ha (Lee Jong-suk) yang sudah beranjak dewasa pun mencoba mencari Hye-sung untuk menebus hutang budi dan menepati janjinya untuk melindungi orang yang menjadi saksi di persidangan pembunuhan ayahnya. Di lain sisi Min Joon-gook pun sudah dibebaskan dari tahanannya dan akan merealisasikan janjinya untuk membunuh orang yang menjebloskannya ke penjara. Lalu, bagaimana kelanjutannya? Sila ditonton kakak :mrgreen: .

Well, drama ini menyuguhkan penonton tentang berjalannya hukum peradilan saat ini. Karena ini K-Drama, saya kurang tau apakah visualisasi peradilan di drama ini juga sama dengan Indonesia. Banyak membahas tentang teknis penyelesaian kasus-kasus yang akan diangkat dalam sidang pengadilan. Sebelnya sih ini cerita ada cinta-cintaannya ampe mules pengen ‘ee.

Setelah nonton saya juga jadi tau gimana tugasnya hakim, jaksa, dan pengacara publik. Sempat merasa kagum dengan cara jaksa menyampaikan tuntutan di depan hakim dan ketika pengacara publik melakukan pembelaan terhadap kliennya.url Itupun kagumnya ketika tau yang dituntut atau yang dibela orang yang tepat. Selain itu melihat kenyataan, betapa fatalnya ketika melakukan tuntutan dan pembelaan pada orang yang salah apalagi sampai dijatuhi hukuman yang memberatkan. Saya tambah miris dengan hukum buatan manusia yang tidak mampu menyelesaikan permasalahan dan makin yakin dengan kecacatannya. Ngenesnya jika hakim membuat kesalahan dalam keputusan persidangan dan kesalahannya diketahui setelahnya, ia tidak akan terjerat hukum apapun. What a shame!

Hal lain yang saya ketahui, ada dua jenis persidangan; persidangan hakim dan persidangan dengan juri.1372338953_532152 Bedanya, ketika persidangan hakim semua keputusan hukum dalam sidang hakimlah yang menentukan sedangkan persidangan juri, keputusan hukum tetap ada di hakim tetapi dengan mempertimbangkan keputusan mayoritas dewan juri dalam sidang tersebut. Pokoknya ribetlah. Mungkin drama ini juga dibuat sebagai salah satu bentuk edukasi ke masyarakat dalam mengenal praktek hukum yang ada.

Hal menarik dalam drama ini adalah peran Lee Jong-suk sebagai Park Soo-ha. Karakter yang mampu membaca pikiran orang lain lewat mata dan banyak membantu Jang Hye-sung sebagai pengacara. Karena sebelum bertemu dengan Soo-ha dewasa, Jang Hye-sung bukanlah tipikal public lawyer yang membela kliennya dengan sepenuh hati. Dia termasuk kategori pengacara yang pragmatis, ceroboh, dan seenaknya saja. Berbeda dengan partnernya pengacara Cha yang percaya 100% terhadap klien dan karena sikapnya itu dia justru melakukan kesalahan fatal dalam sidang perdananya.

OU73Ta54Ada pernyataan Jang Hye-sung yang saya suka tapi agak-agak lupa sih redaksinya intinya sih, dia muak dengan hukum peradilan yang ada karena dengan hukum yang sama dia tidak mendapat keadilan atas kasus pembunuhan ibunya. Terdakwa pembunuh ibunya justru bebas dari jeratan hukum dengan pembelaan hukum yang sama ketika dia membela orang-orang yang datang padanya. Tapi karena hukum peradilan yang sama juga dia mampu membuat orang yang tidak bersalah menjadi salah di mata hukum. Dan di sini dia melihat adanya ketimpangan hukum ketika dihadapkan pada kebenaran sesungguhnya. Ya, iyalah namanya juga hukum buatan manusia pasti banyak kekurangannya dan sarat dengan kepentingan *ceritanya komentar*.

Walaupun ngomongin soal hukum, drama ini ngga dibawakan secara flat. Ada bagian-bagian yang memang agak bodor dan mengharukan. Karakter favorit saya di sini adalah pengacara Cha yang selalu belajar dari kesalahan sebelumnya. Dia cukup bijak dan friendly ditambah dengan riwayat dia yang sebelumnya pernah menjadi polisi. Tentunya hal ini menjadi nilai tambah dia sebagai seorang pengacara publik. Pesan lain dari drama ini mengajarkan penonton untuk tidak membenci orang lain apalagi sampai mengkristal jadi dendam. Drama ini juga didukung oleh pemain lain seperti Choi Sung-joon, Kim Kwang-gyu, Kim Ga-eun, Park Doo-shik, Kim Byung-ok, Jung Dong-hwan, dan Jang Hee-woong. Akhirnya sampai juga dipenghujung teks, 3 poinlah untuk drama ini! 😉

Rating: 1 2 3 4 5

The Boy in The Striped Pyjamas (2008)

Bruno  : Why do you wear pajamas all day?

Shmuel: The soldiers. They took all our clothes away.

Bruno  : My dad’s a soldier, but not the sort that takes people’s clothes away.

urlYah, itulah percakapan antar dua orang anak yang berumur delapan tahun, Bruno dan Shmuel. Mereka berasal dari latar yang berbeda, Bruno seorang anak dari SS-Obersturmbannführer Commandant dan Shmuel seorang narapidana Yahudi. Dua orang yang seharusnya bermusuhan pada saat terjadinya World War II.

The-Boy-In-The-Striped-Pyjamas-1Bruno (Asa Butterfield) awalnya tinggal di kota Berlin bersama tiga anak Nazi yang menjadi temannya. Ayahnya, Ralf (David Thewlis) mendapat promosi sebagai SS-Obersturmbannführer Commandant karena itu ia dan keluarganya dipindahkan ke tempat yang jauh dari kota. Pemindahan ini adalah bagian dari tugas negara untuk Ralf. Tempat baru yang jauh dari keramaian masyarakat Jerman ini banyak memunculkan pertanyaan di benak Bruno yang masih anak-anak.

boy-in-the-striped-pyjamas-2Kegemaran Bruno terhadap buku-buku petualangan membuatnya suka menjelajah alias exploring. Ditambah dengan rasa penasaran dia terhadap perkebunan para petani di sekitar rumahnya yang ia lihat lewat pemandangan jendela kamar. Ia pun menanyakan tentang perkebunan dan para petani aneh yang selalu mengenakan piyama tersebut pada ayah dan ibunya. Karena pertanyaan Bruno tersebut terjadi pertengkaran antara Elsa (Vera Farmiga) ibunya dan Ralf. Akibatnya ia tidak diperbolehkan melihat pemandangan lewat jendela kamar dan bermain di taman belakang rumah. Rasa penasarannya kian bertambah ketika ia mencium bau asap hitam yang sering muncul di dekat rumahnya. Bau asap terbakar. Dan (lagi) ketika ia menanyakan hal ini pada ayahnya selalu saja jawaban kurang memuaskan yang ia dapat.

bruno_on_swing3Untuk kebaikan anaknya Komandan Ralf mendatangkan guru privat untuk Bruno dan Gretel (Amber Beattie), kakak perempuannya. Guru baru mereka Herr Lizt (Jim Norton) menganjurkan mereka untuk mulai menyukai bacaan sejarah dan melarang Bruno berkutat pada kisah-kisah fiksi dalam buku petualangannya. Sikap orang-orang dewasa yang serba melarangnya menjelajah membuat rasa penasarannya makin tinggi. Secara sembunyi-sembunyi ia datang ke perkebunan yang sebenarnya merupakan kamp tahanan. Di sana ia berkenalan dengan Shmuel (Jack Scanlon) salah seorang tahanan yang seumuran dengannya.

TBITSP-4 boy-in-striped-pajamas-4 Pertemuan itu menjadi awal persahabatan antara Bruno dan Shmuel. Di sisi lain selama ia belajar dengan Herr Lizt, gurunya rajin sekali menanamkan benih-benih kebencian terhadap Yahudi dalam pelajaran sejarah. Melalui keluguan Bruno dan pemikiran anak-anaknya, ia menganggap apa yang dikatakan gurunya tidak benar. Sikapnya terhadap orang dewasa menjadi skeptis karena kenyataan yang ia dapat ketika berhubungan dengan Shmuel dan Pavel, mereka berdua adalah Yahudi yang baik.

Suatu hari karena kebencian Letnan Kotler terhadap Yahudi terjadi sebuah insiden di rumah Bruno yang melibatkan Shmuel. Insiden ini menyebabkan Bruno mengkhianati persahabatannya dengan Shmuel. Lalu, bagaimana kelanjutan persahabatan mereka? Silahkan dicari filmnya ya saudara-saudara 😀

Setelah nonton film ini sampai beres saya sendiri jadi merasa simpati terhadap Shmuel dan Pavel. Bisa jadi sih film ini dibuat untuk menumbuhkan rasa simpati terhadap ras Yahudi dan mengubah sudut pandang negatif terhadap mereka. Bahwa, Yahudi itu korban sebenarnya dan tentara Nazi beserta penduduk Jerman adalah orang yang jahat. Tapi (ada tapinya nih!) bergantung dari sudut pandang dan idealisme masing-masing juga sih.

2008_the_boy_in_the_striped_pyjamas_5The Boy in The Striped Pyjamas termasuk dalam historical drama film dengan latar kejadian World War II tentunya juga tidak dapat dipisahkan dari kejadian holocaust yang menimpa orang-orang Yahudi. Film ini dibawakan secara apik melalui sudut pandang anak-anak berumur delapan tahun yang belum mengerti permasalahan orang dewasa. Peran Bruno di sini juga yang menentukan jalan cerita ini dengan segala kepolosan dan rasa penasarannya yang tinggi.

Tokoh Bruno dan Shmuel bisa dibilang sebagai karakter yang saya favoritkan. Masa kanak-kanak mereka menjadi faktor ketulusan persahabatan mereka. Tokoh innocent yang belum tau apa-apa tentang permusuhan politik antar negara ataupun mengenai antisemit. Ya, taunya mereka cuma main. tbitsp7Saking polosnya Bruno menggangap orang-orang berpiyama itu bukanlah tahanan tapi orang-orang yang sedang melakukan permainan dan betapa menyenangkannya memakai piyama bernomor seperti mereka. Akhirnya karena kepolosan itu mereka terjebak pada situasi yang fatal.

Komandan Ralf dan Letnan Kotler menurut saya adalah repesentatif tentara Nazi yang sebenarnya dalam film ini. Keduanya memiliki sikap otoriter dan tidak suka ditentang. Tapi karena pake sudut pandangnya Bruno dua orang ini jadi dipandang berbeda. Ada Nazi baik yaitu ayahnya sebab dimata Bruno ayahnya merupakan orang yang baik walaupun dia seorang tentara. Bertentangan dengan Shmuel yang menganggap tentara itu jahat karena memaksa mereka berada di kamp dan mengambil pakaian-pakaiannya. Namun, di lain sisi Bruno menganggap Letnan Kotler sebagai orang jahat yang terlihat dari caranya memperlakukan Pavel.

Saya sendiri nonton film ini tahun 2009 dan itu juga direkomendasikan sama teman sejurusan. Iseng buka laptop ternyata filmnya masih ada jadi ditonton lagi deh dan memang recommended banget. Selain itu film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul The Boy in The Striped Pajamas yang ditulis seorang penulis asal Irlandia, John Boyne. Hmmm… tertarik buat baca novelnya jadinya tapi ya harus dicari dulu, hehehe 😀 .

Rating: 1 2 3 4 5